

Yang ini mungkin emang harus diberitakan deh…secara kita lahiran dengan pengalaman berbeda-beda dan rasa sakit yang dialami susah untuk digambarkan bagi yang belum mengalami…tapi layak dibaca lah sebagai memorial atas perjuangan, doa, dan tentu saja campur tangan Tuhan! Sampai detik ini, I still can’t imagine that it was me who gave birth, not everybody else hehehehe (noraks ya…..) I thought that experience would be so bloody and scary, but it wasn’t that bad..(cieee sombong hihihihi)
Anyway, we went to dr. Rama at Monday (Nov. 3, 2008), then doctor checked that I already got 1 cm dilatation, yah Cuma sesenti gitu I thought, but this was the beginning…malamnya bobo dengan damai, eh…at 4 a.m kok rasanya basah yah,..kan masih on the bed, pipiskah? Pecahkah ketubanku? No,….darah segar bo….panik juga, tapi untung udah baca buku. Segera bersih-bersih dulu lalu woke my husband up…kita masih santai, tapi mau ngapain yah…bobo lagi ga bisa..telpon rumah sakit dulu ah tanya bidannya,…rumah cuma selemparan batu nih sus, mending saya istirahat di rumah dulu yah….nonton tv dulu deh, ga jelas tayangannya apa, tapi daripada bengong, my husband siapkan sedikit perlengkapan lagi seperti honey (katanya sih penambah last minute energy..) sama tas yang sudah disiapin, lalu dia turun masak nasgor, horeee,….. lagi bermalas-malasan tiba-tiba kok melintir yah ni perut,…what happen…? Entah gimana ingat pengalaman teman yang jantung anaknya tiba-tiba ga normal dan harus di cesar langsung,…wah kita ga check ke rumah sakit nih, apa mendingan ke rs deh yah…ganti baju then turun..
Mau sarapan, mulai nyessss lagi. Ini toh namanya contraction…uh oh…getting started now,….nasgor ga masuk sama sekali. I asked my maid to boil 2 telur ayam kampung. Langsung makan sekali 2, dan langsung ke rumah sakit, its already almost 6.30 A.M
Langsung ke lantai tempat bersalin, mulai diikat perut dan di ctg namanya..kontraksi mulai datang teratur tanpa sakit sama sekali. Masih ketawa ketiwi dan telpon sana sini…jam 7 dokter datang dan memang kita sepakat dari awal untuk induksi…though many people said, don’t get induced, sakitnya bertubi tubi loh wid…but the show must go on. I was in 41st week, and baby can’t wait any longer…we didn’t want to wait until next day, doctor said my cervix was good, if I got induced, it would work fast and the labor would be on that day, so we agreed.
Before that, they put the medicine to make you poo poo first hehehehe sooo smelly my poo, what did I just eat…bangke?? Hahahaha but its all clear after 15 mins in the toilet. After that we started the induced process. Pasang infuse lalu jalan…tek tek tek…that was about at 8.00 A.M. baru a few drops, langsung perut sakiiittttt banget, kaya mau pee nih sus, suruh pee tapi ga bisa of course, namanya juga sakit, ga jelas lagi mau pee or poo or apa kek….so I held my husband’s hand very very very tight…untuk nahan sakit…my mom just came outside, I heard her voice was calling my husband, give her a towel….loh rupa dupa, zaman dulu kalau nahan sakit, dikasih handuk buat gigit…goodness, I don’t want….i said …hehehehe….sekitar setengah jam kemudian, bidan periksa dalam lagi, okay kita lihat yah,…wah udah bukaan 4 nih bu,..bagussss bagusssss wah bisa makan snack gb u? doengggg what a question….engga lah..i told my husband to get rid the food of my sight, to see the food was just made me sick. I was so painful and I saw a food…eerrgghhh…tapi bidannya ramah banget loooo I’m still impressed until now he he…
Bidannya telpon dokter langsung…”dok dok…jangan kemana-mana yah…nanti balik lagi..ibunya bukaannya bagus, hari ini bisa melahirkan…” so ga berapa lama the doctor came and checked..wow sudah bukaan 6, he said, without ba bi bu, he took a kind of scissors, langsung pecahkan ketuban…my husband was away to take our bag in the car. We didn’t bring our bag because we never thought this was so fast….after that, I need to move my body to another bed, adooiiii I couldn’t even move my leg…it was stiff yet shaking…I even asked the nurse, kok saya gemetar yah sus…yah itu biasa kok bu..kan nahan sakit…si dokter pun tanya, kamu mau epidural ga..? daripada sakit begitu….yah sudah deh dok, dicoba aja. Tapi kok ya tanggung, sudah bukaan 6 mau epidural…salah satu bidan lalu langsung bilang, jangan deh bu, dokter epidural nya aja belum siap. Lagian tanggung, ini tinggal ngeden kok bentar lagi…oh gitu yah..oke, ga jadi deh…
So I was shifted to another room…jeng jeng jeng…ada bukaan kaki bo,,…my husband came back when I was already there..hah he said, baru ambil tas, balik lagi, udah tinggal ngeden…so not long after that, the nurse still offered me ILA. Bius local di bawah sana untuk mengurangi sakit lagi. But its too late too…sudah hamper waktunya…Tapi gejolak untuk ngeden sama sekali ga ada..then I remembered the book said, kalo lagi sakit jangan ngeden or do anything….just let the cervix dilated….kalau ngeden, malah akan menebal. I obeyed all those things. Samapi tiba-tiba dokter bilang, okay bu, saatnya mengejan yah…kalau sakit, langsung dingeden aja. Bidan juga bilang: ingat kan pelajaran kelas senam hamil? Ingat sus, tapi tolong ingatkan saya lagi yah, nanti saya lupa,….hehehe (malu juga kalau inget sampe bisa ngomong begitu ke sus nya). Dokter bilang, siapppp, apakah ada rasa sakit? Wah tentu dok…I took a really deeeeppp breath then ngeden aja sepuasnya dengan arah ke bawah, mata terbuka (jadi inget temen yang matanya keluar darah setelah melahirkan hiiii). Once….lalu mulai lagi…second…wah mulai ngappp nih, suddenly rasanya kok pengeng budek yah…smua udah teriak, rambut item bu…rambut item….. hayoooo, lalu last time, dokter mulai episiotomi, dan satu bidan mengurut perut dari atas ke bawah (wah..ni bidan badannya kekar dan yahud, rupanya dari tadi dia berposisi in my right side untuk beginian, kekuatan dan staminanya dashyat dalam mengurut perut)…my husband on my left side, langsung deh ngeden sekuat tenaga beserta teriakan aaaaa, dan oekkkkk oeeeekkkkkk ahhhhhh I took a deep breath and laid on my back….goodddd..its over, baby langsung dipindahkan…my husband sibuk jeprat jepret….ingus dan lendirnya di sucked dengan alat, yang bikin nangisnya tambah keras menjadi…dari luar somehow, jaraknya jauh, tapi terdengar suara my mom and my mother-in-law yang lagi cheered gitu…ehehehe keluarrrrrrr kata mereka….itu tepat at 10.00 A.M. perjuangannya ternyata 2 jam saja..fiuhhhh that was fast. I thanked my Lord Jesus and prayed in my heart.
Now is another pain for me..dijahit itu lebih sakit dari ngeden loh…..aduh aduh dok…ini sakit banget,bagaimana yah…okay, saya tambah bius nya yah, lalu disuntik satu lagi…kok masih sakit yah dok…gubrak….biar rapat toh bu—kata bidan…setelah dijahit, diperiksa pula jahitannya, this one even more painful because they checked whether there was still blood or dirt inside. Its all clear. So Joice was put on my chest to get the first asi. I was tired but happy. There were only three of us in the room now. We smiled and saw how precious tiny she was…lucuuuu..so we started the first breastfeeding time…Joice was really good, she had this reflect in just a second she found my breast. I thanked God. After one hour, I was put in a ward..alone…it was 4 beds but no patients for 2 days until the third day when I was about to leave hospital. So I spent every night alone. Listened to music and woke up every 4 hours to breastfeed Joice..
This story had passed but the new story will start in another 4 months from now,…God, I think I’m ready now..please lead me again as you had led the first labour….for those who never experienced the labor process, don’t be afraid, its our privilege as a mother and its beautiful…nobody can tell you exactly if you alone never experienced it…it’s a blessing from God! hehehehehehe


No comments:
Post a Comment